Weekly Photo Challenge: Curves

Image Masjid Raya Ganting Padang  – West Sumatra 

Image

Mihrab

Image

One of the old buildings in old city of Padang West Sumatra

participation for this challenge

Advertisements

Cee’s Fun Foto Challenge: Which Ways – Featuring Roads

These are some of the bridges, roads and stairs, I took this photo a few weeks ago. .

ImageRoot Bridge

Root Bridge is a unique bridge because it is made only with interwoven roots of a banyan tree that connects the village and the village of Lubuk Pulut Glare Painan district, West Sumatra.
ImageSiti Nurbaya BridgeImage

Siti Nurbaya Bridge

Siti Nurbaya. Besides being known as the legendary folklore, the name is also used for a bridge in the city of Padang. The bridge is located across from the old city of Padang. The bridge also connects the area with the village opposite Padang Muaro.
Image

Bridge at Veteran street in Padang, West Sumatra, very beautiful at night

 posting for this challenge

[Kota Tua Padang, Sumatera Barat yang terlupakan] – Bekas Stasiun Kereta Api

Di kawasan Kota Lama yang saya  lewati terdapat pula  jalur kereta api pertama yang dibangun oleh kolonial Belanda, bersama stasiunnya masih bisa dilihat. Jalur kereta api Pulau Aie (Pulau Air) menghubungkan Pulau Air (Padang) ke Padang Panjang sepanjang 71 km. Jalur ini kelar dibangun pada 1891 dan menjadi jalur utama perdagangan di Padang.  

Sejak 1980-an jalur ini berhenti beroperasi. Rel masih bisa dilihat di kawasan kota Padang ini. Rel ini bisa berada di dalam rumah atau menjadi bagian teras sebuah rumah. Sejak tidak beroperasi, kawasan itu kemudian tumbuh menjadi permukiman warga.

Kondisi Stasiun Pulau Aie (Padang), yang merupakan cagar budaya, cukup mengkhawatirkan. Meski masih terlihat kokoh, namun di beberapa titik terlihat retakan yang lumayan dalam di dinding, termasuk di sambungan tembok. Hampir seluruh material stasiun ini masih asli, termasuk lantainya.

 Image

Stasiun Kereta Api yang dibangun oleh kolonial Belanda yang menjadi cagar budaya

Menengok lebih ke belakang, ke gedung yang bisa jadi dulu berfungsi sebagai depo, kondisinya sudah lebih parah. Di satu sisi sudah ambruk akibat gempa akhir September lalu yang mengguncang Sumatra Barat terutama di Padang. Belum lagi retak-retak yang terjadi di sekujur tembok. Sayangnya, gedung itu tak bisa ditilik hingga ke dalam karena sudah dimiliki oleh pihak lain.

Kondisi saat ini seperti yang terlihat pada foto-foto dibawah ini masih merupakan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan lebih banyak dipakai untuk gudang-gudang, warung, bengkel serta pemukiman masyarakat setempat.

Image

 

[Kota Tua Padang, Sumatera Barat yang terlupakan] – Rumah Ibadah

Cuaca terik kota Padang tidak menghalangi saya untuk melihat-lihat bangunan-bangunan tua di kawasan Pondok dan sekitarnya, banyak bangunan bergaya Tionghoa menghiasi bangunan tua di sekitar daerah tersebut. Ruko-ruko dua lantai, rumah duka, bekas hotel, pabrik, kelenteng semuanya masih mempertahankan bentuk aslinya. Beberapa rumah hancur karena diguncang gempa besar tahun 2009, sebagian lagi yang tersisa adalah sejumlah bangunan tua tak bertuan yang kumuh dan rapuh. Kemungkinan rasa trauma akan gempa membuat sebagian warga Pondok memilih untuk pindah dari Padang. Para penghuni Pondok yang masih bertahan untuk tinggal di daerah ini dengan memanfaatkan rumah mereka sebagai ruko, lantai bawah dijadikan sebagai tempat usaha dan lantai atasnya sebagai tempat tinggal.

Di sepanjang jalan Klenteng Padang banyak bangunan yang masih memancarkan keindahan arsitektur Tiongkok masa lalu. Oleh Pemerintah Kota Padang bangunan tua yang telah berusia lebih dari lima puluh tahun dan masih terawat dengan baik ditetapkan sebagai benda cagar budaya dengan penandaan di setiap pintu masuk rumah. Tempat peribadatan umat tridharma; Buddha, Konghuchu dan Tao juga terdapat disini yaitu Kelenteng See Him Kiong tetapi saat ini kelenteng tersebut direnovasi dan akan dijadikan sebuh museum, sedangkan sebuah kelenteng yang baru dengan nama yang sama sedang dibangun berjarak hanya seratus meter dari bangunan lama.

ImageKelenteng See Him Kioang (baru)

Diantara rumah-rumah etnis tionghoa tersebut, terdapat beberapa bangunan yang mencerminkan budaya komunal Tionghoa yaitu perkumpulan-perkumpulan sosial. Setiap gedung perkumpulan memiliki rumah besar yang difungsikan sebagai kantor, aula, gedung wanita, dan rumah duka. Seperti contoh Gedung Wanita Himpunan Bersatu Tegauh, Perkumpulan Sosial Pemakaman dan Kebudayaan Himpunan Bersatu Teguh, Rumah Duka Himpunan Tjinta Teman.

ImageGedung Wanita Himpunan Bersatu Teguh

Image

Perkumpulan Sosial Pemakaman dan Kebudayaan Himpunan Bersatu Teguh

ImageRumah Duka Hmpunan Tjinta Teman

Beralih ke jalan Gereja Kota Padang, saya tertarik dengan bangunan gereja berarsitektur Eropa yaitu Kapel Santo Leo yang merupakan Budaya Cagar Budaya di Kota Padang. Bangunan ini mengalami rusak parah akibat gempa bumi 7,9 SR, pada 30 September 2009. Bagian depan bangunan gereja di atas panti imam runtuh total.Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, umat kristiani serta pihak-pihak lain telah merekonstruksi bangunan tua gereja ini serta tetap mempertahankan keasliannya selesai pada tangggal 4 Oktober 2011.

Image

ImageKapel Santo Leo

Image

Prasasti pembangunan Kapel Santo Leo (pada masa kolonial Belanda)

Image

Prasasti selesainya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kapel Santo Leo

[Kota Tua Padang, Sumatera Barat yang terlupakan] – Bank dan Gedung Tua

Beberapa meter dari Pasar Padang dan Pasar Batipuh, saya melihat bangunan bertuliskan Bank Tabungan Sumatera Barat yang dahulunya pada zaman pemerintahan Belanda bernama Padangsche Spaarbank. Bangunan ini juga pernah dijadikan Hotel Batang Arau tetapi sekarang seperti terlihat dalm foto dibawah ini tampak kumuh tidak terawat.
Image

Image

Gedung Bank Tabungan Sumatera Barat atau Padangsche Spaarbank

Beberapa meter kearah Muaro juga banyak terdapat deretan gedung tua dengan beberapa kondisi, saya mengambil gambar bangunan tua yang masih baik dan tetap indah tidak jauh berbeda dengan kondisi aslinya pada jaman dahulu yaitu Museum Bank Indonesia Padang.

 

ImageMuseum Bank Indonesia kota Padang

Gedung ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada  tahun 1998 dan selesai dikonservasi bulan Agustus 2011 serta diresmikan oleh Deputy Bank Indonesia pada tanggal 29 Januari 2011.  Informasi ini bisa dilihat pada prasasti dinding seperti gambar dibawah ini.

Image

Tidak jauh dari Museum Bank Indonesia juga terdapat pula bangunan tua yang dijadikan kantor  bank yaitu kantor Bank Mandiri Muaro Padang. 

ImageBank Mandiri